Senin, 05 Januari 2015

Mengenal Black Box, Kotak Penyimpan Misteri

http://images.detik.com/content/2014/12/31/398/blackbox.jpg Black Box, demikian banyak orang menyebutnya. Selain para korban, perangkat ini adalah benda paling dicari bila terjadi kecelakaan pesawat. Namun meski sering mendengarnya, banyak orang yang tak benar-benar tahu seperti apa Black Box itu.

Black Box diburu karena perangkat tersebut menyimpan misteri yang bisa mengungkap penyebab kejadian kecelakaan. Dari informasi yang beredar, Black Box bisa menyimpan percakapan yang terjadi antara pilot kepada krunya atau menara pengawas.

Selain itu Black Box juga bisa menyimpan berbagai informasi yang didapat dari banyak sensor di pesawat terkait masalah yang bisa jadi penyebab kecelakaan. Nantinya informasi yang terekam di Black Box akan dijadikan petunjuk oleh pihak berwenang untuk mengungkap misteri penyebab
kecelakaan.

Tapi selain hal itu, sebenarnya masih ada hal-hal lain soal Black Box yang jarang diketahui. Penasaran apa saja? Berikut ringkasannya

1. Black Box tak berwarna hitam

Namanya memang Black Box, tapi aslinya perangkat ini tak memiliki warna hitam sama sekali. Jadi sebenarnya warna perangkat Black Box itu adalah orange. Tentu bukannya tanpa tujuan, pemilihan warna orange dilakukan agar Black Box lebih mudah ditemukan berkat warnanya yang mencolok.

2. Black Box punya dua bagian

 Meski hadir dalam satu paket, Black Box sebenarnya punya dua bagian yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). Seperti penjelasan di atas, masing-masing bagian punya tugasnya masing-masing.

FDR bertugas menyimpan data penerbangan, sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas yang terekam selama beberapa waktu sebelum kecelakaan.

Black box terbaru telah menggunakan memori jenis solid-state sebagai media penyimpanannya. Adapun kapasitas penyimpanannya diklaim bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan.

3. Teknologi Black Box berasal dari Australia

Perusahaan pembuat pesawat terbang paling populer saat ini memang diisi oleh Boeing dan Airbus yang berkantor di Amerika Serikat dan Prancis. Tapi teknologi Black Box yang merupakan salah satu bagian penting sebuah peawat ternyata berasal dari Australia.

Penciptanya bernama Dr David Warren yang pertama kali mendesainnya pada tahun 1950. Ia menciptakan Black Box karena terinspirasi dari kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya pada tahun 1934 saat ia masih berusia 9 tahun.

Prototipe pertama Black Box dibuat tahun 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Namun ternyata butuh sekitar 5 tahun bagi Warren hingga Black Box buatannya baru dianggap penting oleh dunia penerbangan

 4. Pakar tak menyebutnya Black Box

Bila kalangan awam menyebutnya Black Box, lain lagi dengan para pakar. Mereka biasa menyebut Black Box dengan sebutan electronic flight data recorders.

Sejauh ini memang tak jelas siapa yang mengawali penggunaan nama Black Box pada perangkat tersebut. Spekulasi yang beredar awal nama Black Box berasal dari model pertamanya yang punya bagian dalam berwarna gelap.

Sementara spekulasi lainnya mengatakan Black Box pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis yang mendeskripsikannya sebagai kotak hangus. Alasannya karena perangkat Black Box kerap ditemukan dalam kondisi hangus setelah kecelakaan pesawat.

5. Black Box bisa rekam pembicaraan sampai 2 jam

Dengan media penyimpanan yang dimilikinya, Black Box sebenarnya bisa menyimpan sampai 25 jam data penerbangan. Namun ternyata jatah perekaman untuk pembicaraan pilot hanya dibatasi sekitar 2 jam.

Pun demikian, tak cuma suara pilot yang akan terdengar, melainkan seluruh ruangan kokpit. Dengan demikian tim penyelidik bisa mereka-reka seperti apa kejadian yang terjadi di kokpit menjelang kecelakaan terjadi

 Malahan edisi awal Black Box yang masih pakai penyimpanan kaset hanya mampu menyimpan percakapan pilot selama 30 menit.

black box jadul

6. Lewat sebulan, Black Box bakal sulit ditemukan

Agar lebih mudah ditemukan, Black Box juga telah dibekali pemancar dalam paketnya. Pemancar tersebut baru akan aktif bila Black Box terkena air.

Pemancar di Black Box diklaim sanggup bertahan hingga kedalaman laut mencapai 4 km. Setelah aktif, pemancarnya akan terus menerus mengirimkan sinyal per satu detik selama 30 hari penuh. Berarti bila setelah satu bulan tak ditemukan, Black Box bakal makin sulit ditemukan.

Pun demikian, sudah ada alat khusus yang bisa menemukan lokasi Black Box meski bila pemancarnya sudah tak aktif. Memiliki nama Towed Pinger Locator, alat tersebut diklaim bisa mengenali Black Box meski di kedalaman laut hingga 20 ribu meter.

black box locator

7. Tahan di kondisi ekstrim

Mengantisipasi lokasi berkondisi ekstrim, Black Box dibekali material titanium atau stainless steel yang dibuat dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen penting Black Box bahan diklaim bisa tahan tekanan sampai 3.400G.

Material pelindung Black Box juga tahan ditimpa beban seberat 227 kg dari ketinggian 3 meter. Selain itu pelindung Black Box juga tahan semburan api sampai 1.100 derajat celcius. Ketahanannya terhadap panas itu juga dibuktikan dengan merebusnya di dalam tanki pesawat jet yang punya suhu luar biasa tinggi.

8. Meski canggih, Black Box tak sepintar smartphone

Dengan kelebihan yang dimiliki, Black Box bisa dibilang sebagai salah satu perangat canggih yang ada di dunia. Namun ternyata kecanggihannya tak lebih baik dari sebuah smartphone

 Sebuah smartphone, meski yang harganya cuma ratusan ribu rupiah bisa diketahui lokasinya secara real time melalui tenologi GPS dan sambungan seluler. Faktanya, hal semacam itu malah sulit dilakukan di Black Box.

Alasannya, karena Black Box butuh bandwidth yang super besar untuk mengirimkan informasi karena besarnya data yang disimpannya. Selain itu kecepatan akses data di tiap negara juga berbeda-beda sehingga masih cara tersebut masih sulit diimplementasikan.

Pun demikian, analis mengatakan Boeing telah mematenkan teknologi untuk Black Box yang memungkinkan hal itu. Teknologi tersebut nantinya memungkinkan sistem pelacak untuk menunjukkan lokasi pesawat.

Namun boeing juga mengatakan implementasinya bakal membutuhkan biaya yang tak sedikit. Konon karena alasan itulah Boeing belum merilisnya hingga saat ini. Dan sejauh ini juga belum ada informasi kapan pihak Boeing akan mengumumkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar